Internet
sudah menjadi sarana paling utama dalam kehidupan manusia untuk berbagi
informasi dalam berbagai aspek. Informasi yang bisa dibagikan lewat internet
sangat luas.berkisar pada hal sangat penting sampai hal yang paling tidak
penting. Dikarenankan sifatnya yang sangat bebas dan tanpa batas inilah,
internet menjadi sarana yang useful, namun
dangerous jika tidak digunakan dengan
aturan tertentu.
Aturan
dalam menggunakan internet inilah yang butuh diketahui oleh semua kalangan.
Bahwa sebenarnya ada aturan yang mengatur kegiatan berinternet dan aturan ini
butuh dilakukan oleh semua pihak, baik pihak yang menginput informasi, maupun
pihak yang mengambil informasi dari internet. Maka dengan adanya aturan (etika)
demikian, akan tercipta internet yang sehat, yang baik untuk semua lapisan
masyarakat.
Penulisan
pada media online yang baik membutuhkan kepribadian dan etika yang baik dari
penulisnya. Penulis pada media online memiliki tugas unutk mneyajikan tulisan
yang bertanggung jawab. Jika tidak, hal tersebut dapat menyebabkan berkurangnya
pembaca serta turunya reputasi diri. Terutama yang harus disadari oleh para
penulis adalah “what’s on the internet, it stays online, it stays forever”
Sebelum
mulai menulis dalam media online, penulis perlu menyadari beberapa pertanyaan
berikut:
- Apakah cerita yang akan disajikan benar? Sebaiknya penulis tidak menulis sebuah berita berdasarkan rumor untuk menghindari hal-hal yang tidak benar terjadi. Maka menjadi suatu hal yang penting bagi penulis untuk melakukan riset tentang tulisanya sebelum di unggah ke media online. Rumor dapat digunakan sebagai acuan dan dasar inverstigasi tentang apa yang sebenarnya terjadi.
- Apakah saya memiliki bukti yang dapat memperlihatkan bahwa cerita tersebut benar? Penulis dapat terlebih dahulu mencari dokumen, berita, surat, atau apapun yang berhubungan dengan cerita yang akan ditulis di media online yang dapat mendukung bahwa tulisan terssebut merupakan kejadian yang benar terjadi
- Apakah saya mengenal saksi mata? Saksi mata dapat membantu penulis untuk memberikan kabar yang sebenar-benarnya terjadi, sehingga tulisan yang di unggah penulis menjadi suatu tulisan yang lebih valid.
- Apakah saya dapat menyampaikan dua sisi cerita? Apakah cerita yang saya sampaikan seimbang? Cerita yang seimbang dan faktual memberikan pembaca pandangan yang adil dari 2 sudut pandang. Jika suatu cerita mendapatkan perlawanan dari suatu pihak maka pembaca dapat juga memahami cerita dari pihak yang lain.
Do's
and Don'ts in Online Writing
Keseimbangan
Penulisan
yang seimbang berarti keadilan dan tidak bias. Professor Ward dalam seminarnya
menyebutkan “One show one’s impartiality
bu being willing to check one’s fact and to treat other people’s prespective
fairly. Without some degree of impartiality, journalist are simply
narrow-minded activist whose work cannot (should not) be trusted”
Akurat
Pembaca
berhak mendapatkan berita atau informasi yang akurat dan komprehensif. Maka
penulis harus dapat memastikan informasi yag diterima adalah benar, tepat, dan
bebas dari kesalahan. Akurasi juga berarti tidak terburu-buru dalam mengambil
keputusan penulisan sehingga tidak terdapat kesalahan. Penulis harus dapat
bertanggungjawab dengan berita atau informasi yang diberikan.
Integritas
Integritas
berarti kejujuran dan kemurnian. Kejujuran dan kemurnian menjadi sebuah hal
penting dalam integritas. Tanpa rasa hormat, nilai-nilai tersebut mustahil
untuk menjaga nama baik penulis serta karakter penullis.
Rasa
Tanggungjawab
Publikasi
yang bertanggujawab harus dapat menyampaikan informasi yang adil, seimbang, dan
apa adanya karena informasi yang disajikan merupakan sebuah cermin sosial yang
baik. Hal tersebut diwujudkan melalui tidak hanya terfokus pada kepentingan
personal namun pada kepentingan orang lain. Bertanggungjawab juga berarti dapat
menerima konsekuensi dari cerita yang ditulis dan di publikasikan. Penulis
tidak hanya harus mengerti bagaimana menulis cerita atau informasi yang menarik
namun juga dapat memprediksikan kemungkinan konsekuensi dari cerita yang ingin
disampaikan. Jika hal tersebut dapat dicapai penulis, maka penulis dapat
meminimalisir kemungkinan melukai perasaan beberapa individu atau lingkungan
sosial.
Privasi
Meskipun
pembaca memilki hak untuk mendapatkan informasi, individu juga berhak
mendapatkan privasi dalam kehidupanya. Meskipun terkadang privasi juga dapat
dipatahkan demi perhatian publik yang begitu besar akan tulisan online yang
diunggah. Bekerja pada hal yang berhubungan dengan perhatian publik berarti
meletakkan kepentingan kepentingan publik diatas kekshawatiran orang lain.
Penulis online harus dapat membedakan mana berita yaang berhak diketahui publik
dan bagian berita mana yang publik cari hanya karena rasa keingintahuan.
Verifikasi
Tidak
semua informasi atau berita yang ditemukan dalam media online merupakan
informasi yang benar. Maka diperlukan kesadaran dari penulis untuk memberikan
informasi sebenar-benarnya. Verifikasi dapat membantu memberikan data yang
akurat sesuai dengan fakta yang terjadi kepada publik. Sebaiknya, dalam
menuliskan informasi penulis tidak menulis berdasarkan spekulasi dan tidak
melebih-lebihkan apa yang terjadi.
“We have entered a phase where
spinning of stories has become a skillful art. Truthful, factual, fair and
balanced reports must be re-emphasized. Distortion of information either
deliberately or by omission must be prohibited. Truth and facts, ethical
reports, impartial and bias-free reporting, integrity, social responsibility,
avoid discriminating, sensation-free reports, protection of sources, respect
and dignity, defending freedom; the list is endless” (Mutabazi Jeb
Mutanga, Media and Communication Consultant of Ideal Solution, Inc)
Sumber:
Buchanan, E. A. (2004) Readings in Virtual Reasearch Ethics:
Issues and Controversies. Pennsylvania: Information Science Publishing.
Mugira, Fredrik. (2014) Fastidious: A Guidebook on Ethical Strategies for
Social Media Writers. Uganda: Center of International Media Ethics.
McKee, Heidi & James E. P. The ethics of digital writing
research: a rhetorical approach. 1-43
Margianto, J. H. & Asep Syaefullah. (2012) Media Online:
Pembaca, Laba, dan Etika. Jakarta: Aji Indonesia.
Hadi, Nur. (2006) Etika berkomunikasi di dunia maya dengan
netiquette. Jurnal Pendidikan Matematika FMIPA UNY. 341-362

