Lingkup data merupakan sebuah
habitat di mana terdapat data untuk bisnis. Dalam lingkup data, pengguna
memiliki alat untuk mengakses data. Pengguna melakukan semua tipe pekerjaan dan
keperluan mereka bervariasi seperti menggali data (data mining), memodifikasi
data, atau berusaha membuat data baru. Pengguna tertentu tidak diperbolehkan
mengakses data, baik secara fisik maupun logis.
Hirarki Data CBIS
Data harus disusun secara teratur
agar pengolahannya dapat dilakukan dengan baik dan efisien. Pengorganisasian
data dapat dibagi dalam enam tingkatan, yaitu :
Bit
Bit adalah suatu sistem
angka biner yang terdiri atas dua macam nilai saja, yaitu 0 dan 1. Sistem angka
biner merupakan dasar dasar yang dapat digunakan untuk komunikasi antara
manusia dan mesin (komputer) yang merupakan sekumpulan komponen elektronik dan
hanya dapat membedakan dua keadaan saja (on dan off). Jadi bit adalah unit
terkecil dari pembentuk data.
Byte
Byte adalah bagian terkecil
yang dapat dialamatkan dalam memori. Byte merupakan
sekumpulan bit yang secara konvensional terdiri atas kombinasi
delapan bit. Satu bytedigunakan untuk mengkodekan satu buah karakter dalam
memori. Jadi byte adalah kumpulan bit yang membentuk satu karakter
(huruf, angka, atau tanda).
Field
Field atau kolom adalah unit
terkecil yang disebut data. Field merupakan
sekumpulan byte yang mempunyai makna. Contoh: Joni yang merupakan
field nama. Jadi field ibarat kumpulan karakter yang membentuk suatu
kata.
Record
Record atau baris adalah
kumpulan item yang secara logic saling berhubungan. Setiap record dapat
dikenali oleh sesuatu yang mengenalinya, yaitu field kunci. Jadi record ibarat
kumpulan kata yang membentuk satu kalimat yang berarti.
File
File atau tabel adalah
kumpulan record yang sejenis dan secara logic berhubungan. Pembuatan dan
pemeliharaan file adalah faktor yang sangat penting dalam sistem informasi
manajemen yang memakai komputer. Jadi tabel ibarat kumpulan baris/record yang
membentuk satu tabel yang berarti.
Database
Database merupakan kumpulan
file-file yang berhubungan secara logis dan digunakan secara rutin pada
operasi-operasi sistem informasi manajemen. Semua database umumnya berisi
elemen-elemen data yang disusun ke dalam file-file yang diorganisasikan
berdasarkan sebuah skema atau struktur tertentu, tersimpan di hardware komputer
dan dengan software untuk melakukan manipulasi data untuk kegunaan tertentu.
Jadi, suatu database adalah menunjukkan suatu kumpulan tabel yang dipakai dalam
suatu lingkup perusahaan atau instansi untuk tujuan tertentu. Contoh suatu
database adalah database akademik yang berisi file-file: mahasiswa, dosen,
kurikulum, dan jadwal yang diperlukan untuk mendukung operasi sistim informasi
akademik.
Penyimpanan Data
DASD (Direct Access Storage
Device) yang merupakn kebutuhan dari simpanan luar yangsifatnya
pemasupan secara langsung telah dirasakan sejak komputer generasi pertama dan
mulai diguakan pertama kalinya di sistem komputer RAMAC 305 pada tahun 1956.
Contoh: cakram magnetic (magnetic disk) yang terdiri
dari hard disk atau floppy disk.
Ciri-ciri:
a.
Pembacaan
rekaman tidak harus urut
b.
Mempunyai
alamat
c.
Data
dapat disimpan dalam karakter atau blok
d.
Proses
write dapat dilakukan beberapa kali
Tiga
metode susunan organisasi data file dalam media penyimpanan fisik yang lazim
untuk digunakan, yaitu sbb:
1.
Sequential
2.
Random
3.
Indexed
sequential
SASD (Sequential Access
Storage Device) adalah media penyimpaman untuk mengisikan catatan yang
diatur dalam susunan tertentu yang merupakan jenis memori eksternal yang
mempunyai akses data secara tidak langsung (berurutan) seperti pita magnetic.
Contoh: mgnetic tape dan pita magnetic
Ciri-ciri:
a.
Proses
pembacaan rekaman harus berurutan
b.
Tidak
ada pengamatan
c.
Data
disimpan dalam blok-blok
d.
Proses
write hanya bisa dilakukan sekali saja
e.
Kecepatan
akses datanya, sangat tergantung pada:
1.
Kerapatan
pita (char/inci)
2.
Kecepatan
pita (inci/detik)
3.
Lebar
celah / gap antar blok.
Pemrosesan Data
Terdapat tiga jenis Pemrosesan
Data yaitu, Batch, Online, dan Real Time
Batch
Tujuan dari sistem ini adalah
untuk memperbarui tiga file master, persediaan, piutang, dan
analisis penjualan. Perusahaan biasanya memperbarui file batch mereka
secara harian, yang disebut siklus harian. Kelemahan utama pengolahan
batch adalah kenyataan bahwa file baru menjadi mutakhir setelah dilakukan
siklus harian. ini berrati manajemen tidak selalu memiliki informasi paling
mutakhir yang menggambarkan sistem fisik. Contoh dari penggunaan batch processing adalah
e-mail dan transaksi batch processing. Dalam suatu sistem batch processing,
transaksi secara individual dientri melalui peralatan terminal, dilakukan
validasi tertentu, dan ditambahkan ke transaction file yang berisi
transaksi lain, dan kemudian dientri ke dalam sistem secara periodik. Di waktu
kemudian, selama siklus pengolahan berikutnya, transaction file dapat
divalidasi lebih lanjut dan kemudian digunakan untuk meng-up date master file
yang berkaitan.
Online
Dikembangkan untuk mengatasi
masalah file yang ketinggalan jaman.Terobosan teknologi yang memungkinkan
pengolahan online adalah penyimpanan piringan magnetik. Setiap transaksi
diproses pada semua file master yang berkaitan sementara data transaksi
berada dalam penyimpanan primer. Catatan persediaan yang sesuai dibaca
dalam penyimpanan primer, diperbarui dengan data transaksi, kemudian
ditulis kembali pada DASD. Kemudian catatan piutang diperbarui dengan cara
yang sama, dilanjutkan dengan catatan analisis penjualan. Ketiga file DASD
tersebut diperbarui sebelum transaksi selanjutnya dimasukkan.
Realtime
Istilah Realtime sering
berhubungan dengan sistem komputer. System realtime adalah suatu sistem
yang mengendalikan sistem fisik. Sistem ini mengharuskan
komputer merespons dengan cepat pada status sistem fisik. Sistem realtime
adalah bentuk khusus dari sistem online. Sistem online menyediakan sumber
daya konseptual yang mutakhir, dan sistem realtime memperluas kemampuan
tersebut dengan menggunakan sumber daya konseptual untuk menentukan
operasi dari sistem fisik. Sistem real time banyak digunakan dalam
bermacam-macam aplikasi. Sistem waktu nyata tersebut ditanam di dalam alat
khusus seperti di kamera, mp3 players, serta di pesawat dan mobil. Sistem waktu
nyata bisa dijumpai pada tugas-tugas yang mission critical, misal sistem untuk
sistem pengendali reaktor nuklir atau sistem pengendali rem mobil. Juga
sering dijumpai pada peralatan medis, peralatan pabrik, peralatan untuk
riset ilmiah, dan sebagainya.
Sumber Referensi
Djahir, Y.
dan Pratita, D. (2014). Bahan Ajar Sistem Informasi Manajemen. Yogyakarta:
Deepublish.
Kadir, A.
(2008). Konsep dan Tuntunan Praktis Basis Data. Yogyakarta: Andi
Suryaman. Basis
Data dan Sistem Basis Data. Darihttps://www.academia.edu/8716697/Basis_Data_dan_Sistem_Basis_Data.
Diakses pada tanggal 8 November 2015.
Ukar,. K.
(2006). Student Guide Series Pengenalan Komputer. Jakarta: PT Elex Media
Komputindo.
Yulidic.
(2012). Pengertian computer based information system (CBIS). Dari http://www.perpuskita.com/cbis/624/.
Diakses pada tanggal 8 November 2012.

