Subhanallah, Taqobbalallahu minna wa minkum..
Hati ini penuh dengan rasa syukur bertemu kembali dengan hari raya seluruh umat Islam, hari Idul Fitri, hari yang sangat indah menurutku. Betapa tidak, semua orang penuh dengan rasa bahagia, syukur, dan penuh dengan kegiatan silaturahmi. Semua bermaafan, seakan ingin betul-betul menyucikan diri di hari kemenangan ini.
Setelah menjalankan puasa di Bulan Ramadhan yang insya Allah dilaksanakan dengan penuh keikhlasan, maka tibalah kita di hari kemenangan. Hari yang diibaratkan sebagai puncak dari bukit rasa lapar, haus, dan berbagai macam hawa nafsu. Di hari inilah kita sebagai umat muslim merasakan nikmat yang subhanallah sangat berlimpah.
Kenikmatan yang paling indah di hari yang fitri ini adalah rasa syukur yang luar biasa, karena banyak pelajaran yang diperoleh dari sebulan berpuasa. Bagaimana kita diajarkan untuk selalu menahan emosi, banyak berserah kepada Allah disaat rasa lapar menggerogoti tubuh, dan kebiasaan untuk mencurahkan segala rasa yang tidak bisa diungkapkan secara lisan kepada orang lain. Semoga kebaikan-kebaikan yang telah semua umat Islam lakukan selama bulan Ramadhan kemarin, menjadi sebuah rutinitas yang tidak berhenti kita lakukan seusai bulan Ramadhan berakhir.
Terimakasih Ya Allah, Kau selalu mengajarkan kami dengan cara dan waktu yang tepat.
Minal aidzin walfaidzin..
Mohon maaf lahir dan batin..
Archive for Agustus 2013
Jalur Mudik Jangan Jadi Jalur Korupsi
"Jalur mudik yang belum selesai diperbaiki". Akhir-akhir ini sering kali kalimat tersebut muncul di halaman utama surat kabar. Persiapan dari pemerintah daerah, sampai dana yang belum juga turun menjelang arus mudik menjadi alasan yang sudah sangat biasa setiap tahunnya.
Jalan yang belum selesai diperbaiki ini dilatarbelakangi oleh jalan yang selalu rusak setiap tahunnya. Maka tidak heran bahwa ada dugaan korupsi yang dilakukan oleh pihak-pihak yang terkait. Seperti yang dikutip dari suarapembaruan.com bahwa ada dugaan korupsi terkait proyek jalur mudik yang rutin dikerjakan dan menelan dana yang sangat fantastis, mencapai ratusan miliar rupiah.
Sebenarnya, ada apa dengan jalur mudik yang selalu rusak tersebut? Pertanyaan yang ada di benak saya saat ini, apakah tidak ada di negeri ini yang bisa membuat jalan raya yang rutin menjadi jalur mudik yang tahan lama tanpa adanya kerusakan berat? Apakah tidak ada sebuah teknologi yang membuat jalur mudik seminimal mungkin mengalami kerusakan? Tanah air ini penuh dengan para sarjana pintar. Saya percaya bahwa perubahan kecil ini dapat dilakukan. Semua dimulai dari kejujuran para pejabat pemerintahan yang sudah seharusnya peka dalam hal-hal yang sangat mendasar seperti ini. Dan juga kedisiplinan para pengguna fasilitas umum.
Daftar Link Gunadarma
Popular Post
-
Manusia dan Keadilan 1. Pengertian Keadilan Pendapat yang umum mengatakan bahwa keadilan adalah pengakuan dan perlakuan yan...
-
Konsepsi Ilmu Budaya Dasar dalam Kesusastraan 1. Pendekatan Kesusastraan Seni dan sastra digunakan sebagai alat dalam mem...
-
Manusia dan Tanggung Jawab 1. Pengertian Tanggung Jawab Tanggung jawab adalah menanggung atau memikul sesuatu beserta akiba...
-
MANUSIA DAN PENDERITAAN 1. Pengertian Penderitaan Kata penderitaan berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari kata ...
-
Arsitektur Komputer Arsitektur dapat didefinisikan sebagai gaya konstruksi dan organisasi dari komponen-komponen sistem komputer. Walaup...
-
ILMU BUDAYA DASAR SEBAGAI MATA KULIAH DASAR UMUM (MKDU) 1. Pengertian Ilmu Budaya Dasar Ilmu budaya dasar adalah peng...
-
Internet sudah menjadi sarana paling utama dalam kehidupan manusia untuk berbagi informasi dalam berbagai aspek. Informasi yang bisa di...
-
MANUSIA DAN KEBUDAYAAN 1. Pengertian Manusia Pengertian manusia secara umum sangat beragam, semua tergantung pada disiplin il...
-
I nformasi Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya. Sumber informasi adala...
-
Subhanallah, Taqobbalallahu minna wa minkum.. Hati ini penuh dengan rasa syukur bertemu kembali dengan hari raya seluruh umat Islam, hari ...

