#SIP Arsitektur Komputer dan Struktur Kognisi Manusia


Arsitektur Komputer
Arsitektur dapat didefinisikan sebagai gaya konstruksi dan organisasi dari komponen-komponen sistem komputer. Walaupun elemen-elemen dasar komputer pada hakekatnya sama atau hampir semuanya komputer digital, namun terdapat variasi dalam konstruksinya yang merefleksikan cara penggunaan komputer yang berbeda (Putra, 2014).

Menurut Sora (2014), dalam bidang teknik komputer definisi arsitektur komputer adalah suatu konsep perencanaan dan juga struktur pengoperasian dasar dari suatu sistem komputer atau ilmu yang bertujuan untuk perancangan sistem komputer. Arsitektur Von Neumann atau mesin Von Neumann adalah arsitektur yang diciptakan oleh John von Neumann pada tahun 1903 - 1957. Arsitektur ini digunakan oleh hampir pada semua komputer pada saat ini. Arsitektur von Neumann ini menggambarkan komputer dengan 4 bagian utama, yaitu Unit Aritmatika dan Logis (ALU), unit konrol, memori, alat masukan dan hasil (secara kolektif dinamakan I/O).
Terdapat banyak  tipe  komputer  yang sangat bervariasi dalam hal ukuran, biaya, daya komputasi, dan tujuan penggunaan. Komputer yang paling umum adalah  personal computer, yang  banyak  digunakan di rumah­rumah, sekolah­sekolah, dan  kantor­kantor bisnis. Personal computer  merupakan bentuk  paling  umum dari  komputer  desktop. Komputer  desktop  memiliki unit pengolahan  dan penyimpanan, display visual dan unit output audio, dan keyboard  yang  dapat ditempatkan secara  mudah di meja rumah dan kantor. Media  penyimpanan tersebut termasuk  harddisk,
CD­ROM, dan disket. Komputer notebook portable adalah versi ringkas dari personal computer dengan semua komponen­nya terpaket dalam unit tunggal seukuran koper tipis. Workstation dengan kemampuan input/output grafts resolusi tinggi, sekalipun masih tetap  memakai dimensi komputer  desktop, namun memiliki daya  komputasi yang lebih signifikan daripada personal computer. Workstation seringkali digunakan dalam aplikasi engineering, terutama untuk pekerjaan desain interaktif.

Sekarang  kita  mengamati lebih  detil informasi yang ditangani oleh suatu  komputer. Sangat memudahkan  untuk mengkategorikan  informasi ini baik sebagai  instruksi atau data. Instruksi, atau instruksi mesin, adalah perintah eksplisit yang 
  • Mengarahkan transfer informasi dalam komputer  dan antar  komputer dan peralatan I/O­nya 
  • Menetapkan operasi aritmatika dan logika yang akan dilaksanakan 



Daftar  instruksi yang  melakukan  suatu  tugas disebut program. Biasanya program tersebut disimpan dalam memori. Prosesor kemudian mengambil instruksi yang membentuk  suatu  program dari memori, satu  demi satu, dan melaksanakan operasi yang diinginkan. Komputer  sepenuhnya dikontrol oleh  program yang tersimpan  tersebut, kecuali adanya  kemungkinan interupsi eksternaloleh operator atau oleh peralatan I/O yang terhubung ke mesin tersebut.



Komponen Arsitektur Komputer
Komponen pada arsitektur komputer dibagi menjadi 4 bagian (Admin, 2014), yaitu :

  1. Input (masukan), adalah perangkat keras komputer yang berfungsi sebagai alat untuk memasukan data atau perintah ke dalam komputer yang berupa signal input atau maintenance input. Di dalam sistem komputer, signal input berupa data yang dimasukkan ke dalam sistem komputer, sedangkan maintenance input berupa program yang digunakan untuk mengolah data yang dimasukkan.
  2. Proses, sebuah komponen komputer yang bekerja untuk mengolah data yang masuk kedalam komputer. 
  3. Penyimpanan, sebuah komponen komputer yang berfungsi untuk menyimpan data baik sementara atau selamanya.
  4. Output (keluaran), adalah perangkat keras komputer yang berfungsi untuk menampilkan keluaran sebagai hasil pengolahan data. Keluaran dapat berupa hard-copy (ke kertas), soft-copy (ke monitor), ataupun berupa suara.


Kognisi Manusia
Jean Piaget menyebut bahwa struktur kognitif ini sebagai skemata (Schemas), yaitu kumpulan dari skema-skema. Seseorang individu dapat mengikat, memahami, dan memberikan respons terhadap stimulus disebabkan karena bekerjanya skemata ini. Skemata ini berkembang secara kronologis, sebagai hasil interaksi antara individu dengan lingkungannya. Dengan demikian seorang individu yang lebih dewasa memiliki struktur kognitif yang lebih lengkap dibandingkan ketika ia masih kecil. Piaget memakai istilah scheme secara interchangeably dengan istilah struktur.

Scheme adalah pola tingkah laku yang dapat diulang . Scheme berhubungan dengan : (i) Refleks-refleks pembawaan ; misalnya bernapas, makan, minum, (ii) Scheme mental ; misalnya scheme of classification, scheme of operation. ( pola tingkah laku yang masih sukar diamati seperti sikap, pola tingkah laku yang dapat diamati Jika schemas / skema / pola yang sudah dimiliki anak mampu menjelaskan hal-hal yang dirasakan anak dari lingkungannya, kondisi ini dinamakan keadaan ekuilibrium (equilibrium), namu ketika anak menghadapi situasi baru yang tidak bisa dijelaskan dengan pola-pola yang ada, anak mengalami sensasi disekuilibrium (disequilibrium) yaitu kondisi yang tidak menyenangkan.

Kaitan antara struktur manusia dan arsitektur komputer, dimana struktur manusia adalah suatu unsur yang saling berhubungan antara satu sama yang lain yang saling berakomodir atau saling melengkapi antara fungsi-fungsi, skema. Seperti bagian otak yang mengakomodir unsur bagian -bagian tubuh manusia yg menjadikan suatu sistem yang kompleks. Sedangkan, Arsitektur komputer adalah konsep perencanaan dan struktur pengoperasian dasar dari suatu sistem komputer. Arsitektur komputer ini merupakan rencana cetak-biru dan deskripsi fungsional dari kebutuhan bagian perangkat keras yang didesain (kecepatan proses dan sistem interkoneksinya). Dalam hal ini, implementasi perencanaan dari masing–masing bagian akan lebih difokuskan terutama, mengenai bagaimana CPU akan bekerja, dan mengenai cara pengaksesan data dan alamat dari dan ke memori cache, RAM, ROM, cakram keras, dll).

Kelebihan dan kelemahan struktur kognisi :

Kekurangan :

  1. Struktur kognisi lebih sistematis sehingga memiliki arah dan tujuan yang jelas 
  2. Banyak memberi motivasi agar terjadi proses belajar
  3. Mengoptimalisasikan kerja otak secara maksimal
Kekurangan : 
  1. Membutuhkan waktu yang cukup lama 
  2. Terkadang sulit mengaplikasikannya dikehidupan sehari-hari, karena tergantung individu masing-masing dalam mengoptimalkan cara berpikir mereka.


Daftar Pustaka
       Putra, A. M. N. (2014). Pengantar teknologi informasi. Padang: Institut Teknologi Padang.
   Sora. (2014). Pengertian arsitektur komputer secara lebih jelas. http://www.pengertianku.net/2014/12/pengertian-arsitektur-komputer-secara-lebih-jelas.html. Diakses pada tanggal 11Oktober 2015.
       Winarto, J. (2015). Teori perkembangan kognitif Jean Piaget dan implementasinya dalam pendidikan. http://www.kompasiana.com/jokowinarto/teori-perkembangan-kognitif-jean-piaget-dan-implementasinya-dalam-pendidikan_550094a28133115318fa799e. Diakses pada tanggal 11 Oktober 2015. 
     Meliala, Adrianus (2003). Struktur kognisi tentang polisi (studi tiga tahap perkembangan anak-anak). vol.7 No. 1 

 

#SIP Pengertian Informasi dan Sistem Informasi Psikologi

Informasi
Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya. Sumber informasi adalah data. Data kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan nyata. Menurut Gordon B. Davis, informasi adalah data yang telah diolah menjadi suatu bentuk yang penting bagi si penerima dan mempunyai nilai yang nyata yang dapat dirasakan dalam keputusan – keputusan yang akan datang. 

Fungsi informasi
Fungsi informasi adalah sebagai menambah pengetahuan atau mengurangi ketidakpastian pemakai informasi, karena informasi berguna memberikan gambaran tentang suatu permasalahan sehingga pengambil keputusan dapat menentukan keputusan lebih cepat. Informasi juga memberikan standard, aturan, maupun indikator bagi pengambil keputusan.



Sistem Informasi
Sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengelolaan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial, dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang dibutuhkan.


Komponen sistem informasi
sistem informasi terdiri dari komponen-komponen yang disebut dengan istilah blok bangunan (building block), yaitu:
1. Blok masukan (input block), yaitu input mewakili data yang masuk ke dalam sistem informasi
2. Blok model (model block), yaitu blok ini terdiri dari kombinasi prosedur, logika dan metode matematik yang akan memanipulasi data input dan data yang tersimpan di basis data dengan cara yang sudah tertentu untuk mengahsilkan keluaran yang sudah diinginkan
3. Blok keluaran (output block), yaitu produk dari sistem informasi berupa informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen serta semua pemakai sistem.
4. Blok teknologi (technology block), terdiri dari teknisi (brainware), perangkat keras (hardware), dan perangkat lunak (software)
5. Blok basis data (data base block), yaitu kumpulan dari data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya
6. Blok kendali (control block), pengendalian perlu dirancang dan diterapkan untuk meyakinkan bahwa hal-hal yang dapat merusak sistem dapat dicegah.




Sistem Informasi Psikologi
sistem informasi psikologi adalah suatu pemanfaatan media teknologi untuk membantu mempermudah mengolah data yang berkaitan dengan ilmu psikologi, dengan bantuan media teknologi komputer yang berkontribusi dengan sistem informasi, dimana hal ini akan sangat membantu dan mempermudah mulai dari penginputan data, pemrosesan data hingga mendapatkan hasil (output) dalam pengolahan data.

Sistem informasi pada pembahasan kali ini dihubungkan dengan psikologi. Psikologi berasal dari kata psyche yang berarti “jiwa” dan logos artinya “ilmu pengetahuan”. Jadi, psikologi adalah ilmu jiwa. Branca (dalam Basuki, 2008) mengemukakan psikologi adalah pengetahuan tentang perilaku manusia. Woodworth dan Marquis (dalam Basuki, 2008) memberi gambaran bahwa psikologi mempelajari aktivitas-aktivitas individu, baik aktivitas motorik, kognitif maupun emosional.


Sistem informasi psikologi dapat didefinisikan sebagai suatu bidang kajian ilmu yang mempelajari tentang hubungan antara ilmu psikologi itu sendiri dalam kaitannya dengan penggunaan komputer dan aplikasinya dalam bidang psikologi. Dengan contoh-contoh aplikasi langsung sebagai contoh : penggunaan komputer dalam pembuatan software-software untuk bidang psikologi. Misalnya saja, di perusahaan sekarang ini banyak menggunakan software tentang alat tes agar waktu yang digunakan dalam menyeleksi juga. calon karyawan baru lebih cepat dan efisien, serta tidak membuang tenaga para penyeleksinya. Contoh lainnya adalah komputer dijadikan sebagai alat pembantu untuk menambah informasi dan digunakan sebagai alat untuk mempermudah jika ada alat test psikologi yang memerlukan perhitungan skor.









Sumber:
H.S, D. S., & Bunawan. (1996). Metodologi Pengembangan Sistem Informasi. Jakarta: Gunadarma.
http://saifulrahman.lecture.ub.ac.id/Pengantar-Sistem-Informasi.pdf
Istiningsih. (2009). Pengertian sistem dan analisis sistem. Depok: Universitas Gunadarma.
Sutabri, Tata. (2005). Sistem informasi manajemen. Yogyakarta: Andi.

#SIP Etika Menulis Artikel Online



Internet sudah menjadi sarana paling utama dalam kehidupan manusia untuk berbagi informasi dalam berbagai aspek. Informasi yang bisa dibagikan lewat internet sangat luas.berkisar pada hal sangat penting sampai hal yang paling tidak penting. Dikarenankan sifatnya yang sangat bebas dan tanpa batas inilah, internet menjadi sarana yang useful, namun dangerous jika tidak digunakan dengan aturan tertentu.

Aturan dalam menggunakan internet inilah yang butuh diketahui oleh semua kalangan. Bahwa sebenarnya ada aturan yang mengatur kegiatan berinternet dan aturan ini butuh dilakukan oleh semua pihak, baik pihak yang menginput informasi, maupun pihak yang mengambil informasi dari internet. Maka dengan adanya aturan (etika) demikian, akan tercipta internet yang sehat, yang baik untuk semua lapisan masyarakat.

Penulisan pada media online yang baik membutuhkan kepribadian dan etika yang baik dari penulisnya. Penulis pada media online memiliki tugas unutk mneyajikan tulisan yang bertanggung jawab. Jika tidak, hal tersebut dapat menyebabkan berkurangnya pembaca serta turunya reputasi diri. Terutama yang harus disadari oleh para penulis adalah “what’s on the internet, it stays online, it stays forever”

Sebelum mulai menulis dalam media online, penulis perlu menyadari beberapa pertanyaan berikut:
  • Apakah cerita yang akan disajikan benar? Sebaiknya penulis tidak menulis sebuah berita berdasarkan rumor untuk menghindari hal-hal yang tidak benar terjadi. Maka menjadi suatu hal yang penting bagi penulis untuk melakukan riset tentang tulisanya sebelum di unggah ke media online. Rumor dapat digunakan sebagai acuan dan dasar inverstigasi tentang apa yang sebenarnya terjadi.
  • Apakah saya memiliki bukti yang dapat memperlihatkan bahwa cerita tersebut benar? Penulis dapat terlebih dahulu mencari dokumen, berita, surat, atau apapun yang berhubungan dengan cerita yang akan ditulis di media online yang dapat mendukung bahwa tulisan terssebut merupakan kejadian yang benar terjadi
  • Apakah saya mengenal saksi mata? Saksi mata dapat membantu penulis untuk memberikan kabar yang sebenar-benarnya terjadi, sehingga tulisan yang di unggah penulis menjadi suatu tulisan yang lebih valid.
  • Apakah saya dapat menyampaikan dua sisi cerita? Apakah cerita yang saya sampaikan seimbang? Cerita yang seimbang dan faktual memberikan pembaca pandangan yang adil dari 2 sudut pandang. Jika suatu cerita mendapatkan perlawanan dari suatu pihak maka pembaca dapat juga memahami cerita dari pihak yang lain.


Do's and Don'ts in Online Writing


Keseimbangan
Penulisan yang seimbang berarti keadilan dan tidak bias. Professor Ward dalam seminarnya menyebutkan “One show one’s impartiality bu being willing to check one’s fact and to treat other people’s prespective fairly. Without some degree of impartiality, journalist are simply narrow-minded activist whose work cannot (should not) be trusted”

Akurat
Pembaca berhak mendapatkan berita atau informasi yang akurat dan komprehensif. Maka penulis harus dapat memastikan informasi yag diterima adalah benar, tepat, dan bebas dari kesalahan. Akurasi juga berarti tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan penulisan sehingga tidak terdapat kesalahan. Penulis harus dapat bertanggungjawab dengan berita atau informasi yang diberikan.

Integritas
Integritas berarti kejujuran dan kemurnian. Kejujuran dan kemurnian menjadi sebuah hal penting dalam integritas. Tanpa rasa hormat, nilai-nilai tersebut mustahil untuk menjaga nama baik penulis serta karakter penullis.

Rasa Tanggungjawab
Publikasi yang bertanggujawab harus dapat menyampaikan informasi yang adil, seimbang, dan apa adanya karena informasi yang disajikan merupakan sebuah cermin sosial yang baik. Hal tersebut diwujudkan melalui tidak hanya terfokus pada kepentingan personal namun pada kepentingan orang lain. Bertanggungjawab juga berarti dapat menerima konsekuensi dari cerita yang ditulis dan di publikasikan. Penulis tidak hanya harus mengerti bagaimana menulis cerita atau informasi yang menarik namun juga dapat memprediksikan kemungkinan konsekuensi dari cerita yang ingin disampaikan. Jika hal tersebut dapat dicapai penulis, maka penulis dapat meminimalisir kemungkinan melukai perasaan beberapa individu atau lingkungan sosial.

Privasi
Meskipun pembaca memilki hak untuk mendapatkan informasi, individu juga berhak mendapatkan privasi dalam kehidupanya. Meskipun terkadang privasi juga dapat dipatahkan demi perhatian publik yang begitu besar akan tulisan online yang diunggah. Bekerja pada hal yang berhubungan dengan perhatian publik berarti meletakkan kepentingan kepentingan publik diatas kekshawatiran orang lain. Penulis online harus dapat membedakan mana berita yaang berhak diketahui publik dan bagian berita mana yang publik cari hanya karena rasa keingintahuan.

Verifikasi
Tidak semua informasi atau berita yang ditemukan dalam media online merupakan informasi yang benar. Maka diperlukan kesadaran dari penulis untuk memberikan informasi sebenar-benarnya. Verifikasi dapat membantu memberikan data yang akurat sesuai dengan fakta yang terjadi kepada publik. Sebaiknya, dalam menuliskan informasi penulis tidak menulis berdasarkan spekulasi dan tidak melebih-lebihkan apa yang terjadi.


“We have entered a phase where spinning of stories has become a skillful art. Truthful, factual, fair and balanced reports must be re-emphasized. Distortion of information either deliberately or by omission must be prohibited. Truth and facts, ethical reports, impartial and bias-free reporting, integrity, social responsibility, avoid discriminating, sensation-free reports, protection of sources, respect and dignity, defending freedom; the list is endless” (Mutabazi Jeb Mutanga, Media and Communication Consultant of Ideal Solution, Inc)









Sumber:
    Buchanan, E. A. (2004) Readings in Virtual Reasearch Ethics: Issues and Controversies. Pennsylvania: Information Science Publishing.
      Mugira, Fredrik. (2014) Fastidious: A Guidebook on Ethical Strategies for Social Media Writers. Uganda: Center of International Media Ethics.
         McKee, Heidi & James E. P.  The ethics of digital writing research: a rhetorical approach. 1-43
         Margianto, J. H. & Asep Syaefullah. (2012) Media Online: Pembaca, Laba, dan Etika. Jakarta: Aji Indonesia.
         Hadi, Nur. (2006) Etika berkomunikasi di dunia maya dengan netiquette. Jurnal Pendidikan Matematika FMIPA UNY. 341-362

Popular Post

Coming Soon

Coming Soon

Cari Blog Ini