Kian Santang dan Purwakarta

KIAN SANTANG DAN PURWAKARTA Tulisan ini bermula pada kebingungan saya tentang nama sebuah tempat di kota saya dibesarkan. Alun-alun Kian Santang Purwakarta. Siapa itu Kian Santang? Mengapa namanya begitu penting bagi Purwakarta? Kian Santang adalah anak dari Prabu Siliwangi dan Nyi Subang Larang. Prabu Siliwangi adalah raja Pajajaran yang paling tersohor. Kebijaksanaan dan wibawanya membuat dia dicintai rakyatnya. Kian Santang adalah salah satu penyebar agama Islam. Meskipun ayahnya bukan beragama Islam, namun ilmu yang dia punya adalah berasal dari ibunya yang seorang muslim dan sempat nyantri di Pesantren. Menurut masyarakat Purwakarta, Kian Santang adalah pendiri Kota Purwakarta. Sehingga, hal ini diimplementasikan pada penggunaan nama Kian Santang sebagai nama tempat penting di Purwakarta, Alun-alun Kian Santang. Purwakarta juga dikenal sebagai kota dengan banyak patung. Patung Kian Santang juga tidak ketinggalan mengisi sejarah kebudayaan di wilayah Purwakarta. Patung Kian Santang terdapat di pintu masuk Stasiun Kota Purwakarta, di antara Gedung Kembar. Di patung tersebut, Kian Santang sedang duduk bersila sambil memegang sebuah tasbeh. Tasbeh itu menunjukan statusnya sebagai penyebar Agama Islam dan juga memperkuat motto Kota Purwakarta. Tasbeh, adalah motto Kota Purwakarta berupa akronim dari tentram, aman, sehat, bersih, elok, hidup. Saat ini Kian Santang sudah menjadi bagian dari budaya Purwakarta. Sosoknya yang lekat dengan kepribadian Purwakarta, menjadikan namanya selalu berdampingan dengan persoalan sejarah Purwakarta. Kita sebagai generasi muda berkewajiban untuk tahu dan mengenal sejarah kebudayaan dari tempat asal kita. Bukan karena sebuah aturan kita harus mengingat sejarah, tapi karena sebuah pengetahuan yang bisa hilang jika tidak diteruskan.

Manusia dan Tanggung Jawab



Manusia dan Tanggung Jawab

1.      Pengertian Tanggung Jawab
Tanggung jawab adalah menanggung atau memikul sesuatu beserta akibatnya. Tanggung jawab juga merupakan perwujudan dari kesadaran terhadap kewajibannya. Setiap orang mempunyai tanggung jawabnya masing-masing sesuai perannya. Mahasiswa mempunyai tanggung jawab dalam kuliahnya, seorang ibu bertanggung jawab terhadap rumah tangganya, dan contoh-contoh lainnya.
Tanggung jawab adalah sikap yang menunjukan seseorang beradab. Seseorang yang bertanggung jawab akan sepenuhnya menyadari apa yang diharapkan lingkungan kepada dirinya dan dia menjalankan tanggung jawab tersebut atas dasar mengerti terhadap tugasnya.
2.      Macam-macam Tanggung Jawab
a.       Tanggung jawab terhadap diri sendiri
Tanggung jawab terhadap diri sendiri berarti melakukan segala kewajiban yang ditujukan kepada diri sendiri. Kita yang bertanggung jawab terhadap apa yang kita sendiri lakukan.
b.      Tanggung jawab terhadap keluarga
Tanggung jawab ini terlaksana bila apa yang keluarga harapkan kepada kita sebagai sebuah kewajiban, benar-benar dilakukan.
c.       Tanggung jawab terhadap masyarakat
Kita bukan hanya sekedar hidup di tengah masyarakat, tapi juga memiliki kewajiban-kewajiban yang harus dilaksanakan, seperti tanggung jawab untuk menjaga keamanan dan kerukunan bersama.
d.      Tanggung jawab kepada bangsa / negara
Tanggung jawab terhadap negara sangat luas cakupannya. Namun tanggung jawab utama kita terhadap negara adalah mengikuti peraturan-peraturan yang telah dimiliki negara. Lebih lanjut, memberikan kebanggaan bagi bangsa adalah tanggung jawab yang ditanggung semua warga negara.



e.       Tanggung jawab terhadap Tuhan
Tanggung jawab terhadap Tuhan berkaitan dengan amalan-amalan yang dilakukan manusia selama hidup di dunia. Beribadah adalah cara yang paling  menunjukan tanggung jawab kita karena telah diberikan kesempatan untuk hidup di dunia.
3.      Pengabdian dan Pengorbanan
a.       Pengabdian
Pengabdian berarti mencurahkan pikiran dan tenaga terhadap sesuatu yang dianggap penting. Pengabdian juga didasari dengan rasa tanggung jawab yang besar.
b.      Pengorbanan
Pengorbanan berarti mempersambahkan apapun yang dimilikinya untuk sesuatu. Sesuatu ini adalah hal yang dipegang tanggung jawabnya. Ketulusanlah yang mampu membuat pengorbanan menjadi begitu bernilai dimata orang lain.

















Sumber: Ilmu Budaya Dasar seri diktat kuliah, diterbitkan oleh Gunadarma

Popular Post

Coming Soon

Coming Soon

Cari Blog Ini