ILMU BUDAYA DASAR SEBAGAI MKDU

ILMU BUDAYA DASAR
SEBAGAI MATA KULIAH DASAR UMUM (MKDU)

1.            Pengertian Ilmu Budaya Dasar
Ilmu budaya dasar adalah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan.
Istilah ilmu budaya dasar digunakan sebagai pengganti kata bahasa Inggris “Basic Humanities”. Humanities berasal dari bahasa latin yaitu humanus yang berarti manusia, berbudaya, dan halus. Oleh sebab itu, the humanities dapat dikatakan berkaitan dengan nilai-nilai manusia yang berbudaya.
Ilmu budaya dasar atau basic humanities, termasuk pada salah satu kelompok ilmu pengetahuan, yaitu pengetahuan budaya atau the humanities. Oleh karena itu, ilmu budaya dasar dan pengetahuan budaya tidak bisa disamakan. Pengetahuan budaya mengkaji masalah nilai-nilai budaya, sedangkan ilmu budaya dasar bukanlah ilmu tentang budaya.
Pengetahuan budaya bertujuan untuk memahami dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi. Untuk mengkajinya, digunakan metode pengungkapan peristiwa-peristiwa dan pernyataan-pernyataan (biasanya terdapat dalam tulisan-tulisan) yang bersifat unik dan kemudian diberi arti. Metode ini memiliki pengaruh dari metode ilmiah. Ilmu budaya dasar menggunakan pengertian-pengertian yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan budaya untuk mengembangkan wawasan pemikiran dan kepekaan dalam mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan.

2.            Tujuan Ilmu Budaya Dasar
Tujuan awal dari diadakannya mata kuliah ilmu budaya dasar adalah untuk menjelaskan dasar-dasar dari berbagai permasalahan manusia dan kebudayaan. Sehingga, dapat dikatakan bahwa ilmu budaya dasar adalah sebagai pengantar bagi mahasiswa untuk mengetahui cara untuk mengembangkan wawasan pemikiran serta kemampuan kritikal terhadap nilai-nilai budaya.
Agar tercapainya tujuan tersebut, ilmu budaya dasar diharapkan dapat:
a.       Mengusahakan penajaman kepekaan mahasiswa terhadap lingkungan budaya, sehingga mereka lebih mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru.
b.      Memberi kesempatan pada mahasiswa untuk memperluas pandangan mereka terhadap masalah kemanusiaan dan budaya, serta menambah daya kritis terhadap masalah dari dua hal tersebut.
c.       Mengusahakan agar mahasiswa sebagai calon pemimpin bangsa dan negara, juga sebagai ahli di bidangnya, tidak berpandangan sempit dalam menganut suatu disiplin ilmu.
d.      Mengusahakan wahana komunikasi para akademisi agar mahasiswa lebih mampu berdialog satu sama lain berkat ilmu budaya dasar yang telah diterima.

3.            Ruang Lingkup Ilmu Budaya Dasar
Terdapat dua masalah pokok yang menjadi dasar dalam penentuan ruang lingkup dari ilmu budaya dasar, yaitu:
a.       Berbagai macam aspek kehidupan yang merupakan ungkapan dari masalah kemanusiaan dan kebudayaan, dapat didekati dengan pengetahuan budaya, baik dari masing-masing keahlian, maupun secara gabungan dari berbagai keahlian.
b.      Manusia sebagai sesuatu yang universal, tetapi memiliki beragam kebudayaan, baik menurut tempat maupun waktunya. Manusia mewujudkan ketidakseragaman tersebut dengan mengungkapkan berbagai bentuk pikiran, perasaan, dan tingkah laku sebagai hasil dari ekspresinya.

Pokok bahasan yang termasuk dalam pengetahuan budaya yang akan dikembangkan, adalah:
·         Manusia dan cinta kasih
·         Manusia dan keindahan
·         Manusia dan penderitaan
·         Manusia dan keadilan
·         Manusia dan pandangan hidup
·         Manusia dan tanggung jawab serta pengabdian
·         Manusia dan kegelisahan
·         Manusia dan harapan

Pokok bahasan di atas dapat didekati secara sendiri-sendiri maupun gabungan oleh karya-karya dari cabang pengetahuan budaya. Sebaliknya, suatu karya juga dapat terdiri dari gabungan berbagai pokok bahasan. Tetapi, ilmu budaya dasar tidak dapat dijadikan sebagai penjelasan mendalam dari karya-karya tersebut. Ilmu budaya dasar hanya menggunakan karya-karya dari pengetahuan budaya untuk mendekati masalah-masalah kemanusiaan dan budaya.




















Sumber: Ilmu Budaya Dasar seri diktat kuliah, diterbitkan oleh Gunadarma

Happy Eid Mubarak 1434 H

Subhanallah, Taqobbalallahu minna wa minkum..

Hati ini penuh dengan rasa syukur bertemu kembali dengan hari raya seluruh umat Islam, hari Idul Fitri, hari yang sangat indah menurutku. Betapa tidak, semua orang penuh dengan rasa bahagia, syukur, dan penuh dengan kegiatan silaturahmi. Semua bermaafan, seakan ingin betul-betul menyucikan diri di hari kemenangan ini.

Setelah menjalankan puasa di Bulan Ramadhan yang insya Allah dilaksanakan dengan penuh keikhlasan, maka tibalah kita di hari kemenangan. Hari yang diibaratkan sebagai puncak dari bukit rasa lapar, haus, dan berbagai macam hawa nafsu. Di hari inilah kita sebagai umat muslim merasakan nikmat yang subhanallah sangat berlimpah.

Kenikmatan yang paling indah di hari yang fitri ini adalah rasa syukur yang luar biasa, karena banyak pelajaran yang diperoleh dari sebulan berpuasa. Bagaimana kita diajarkan untuk selalu menahan emosi, banyak berserah kepada Allah disaat rasa lapar menggerogoti tubuh, dan kebiasaan untuk mencurahkan segala rasa yang tidak bisa diungkapkan secara lisan kepada orang lain. Semoga kebaikan-kebaikan yang telah semua umat Islam lakukan selama bulan Ramadhan kemarin, menjadi sebuah rutinitas yang tidak berhenti kita lakukan seusai bulan Ramadhan berakhir.

Terimakasih Ya Allah, Kau selalu mengajarkan kami dengan cara dan waktu yang tepat.
Minal aidzin walfaidzin..
Mohon maaf lahir dan batin..

Jalur Mudik Jangan Jadi Jalur Korupsi

"Jalur mudik yang belum selesai diperbaiki". Akhir-akhir ini sering kali kalimat tersebut muncul di halaman utama surat kabar. Persiapan dari pemerintah daerah, sampai dana yang belum juga turun menjelang arus mudik menjadi alasan yang sudah sangat biasa setiap tahunnya.

Jalan yang belum selesai diperbaiki ini dilatarbelakangi oleh jalan yang selalu rusak setiap tahunnya. Maka tidak heran bahwa ada dugaan korupsi yang dilakukan oleh pihak-pihak yang terkait. Seperti yang dikutip dari suarapembaruan.com bahwa ada dugaan korupsi terkait proyek jalur mudik yang rutin dikerjakan dan menelan dana yang sangat fantastis, mencapai ratusan miliar rupiah.

Sebenarnya, ada apa dengan jalur mudik yang selalu rusak tersebut? Pertanyaan yang ada di benak saya saat ini, apakah tidak ada di negeri ini yang bisa membuat jalan raya yang rutin menjadi jalur mudik yang tahan lama tanpa adanya kerusakan berat? Apakah tidak ada sebuah teknologi yang membuat jalur mudik seminimal mungkin mengalami kerusakan? Tanah air ini penuh dengan para sarjana pintar. Saya percaya bahwa perubahan kecil ini dapat dilakukan. Semua dimulai dari kejujuran para pejabat pemerintahan yang sudah seharusnya peka dalam hal-hal yang sangat mendasar seperti ini. Dan juga kedisiplinan para pengguna fasilitas umum.

Popular Post

Coming Soon

Coming Soon

Cari Blog Ini