Manusia
dan Pandangan Hidup
1. Pengertian
Pandangan Hidup dan Ideologi
Pandangan hidup adalah pendapat
atau pertimbangan terhadap tujuan dari hidup kita yang dibentuk dari pengalaman
hidup masing-masing orang. Pandangan hidup beersifat kodrati, karena semua
orang pasti memilikinya. Tapi pandangan hidup setiap orang akan berbeda-beda
tergantung dari waktu dan tempatnya saat melakukan proses mengerti pandangan
hidup pribadinya.
Pandangan hidup yang diterima oleh
sekelompok orang dalam sebuah organisasi disebut ideologi. Ideologi mencakup
tujuan hidup dari seluruh anggota kelompoknya, karena tujuan dari
anggota-anggota dari sebuah kelompok akan sama.
Pandangan hidup akan menentukan apa
yang ingin dicapai dalam hidup seseorang atau kelompok. Oleh karena itu, pandangan
hidup berkaitan erat dengan cita-cita, yaitu hal yang ingin diwujudkan dan dicapai
dalam proses perjalanan hidup ini.
2. Cita-cita
Cita-cita adalah keinginan,
harapan, tujuan yang selalu ada dalam diri seseorang. Tingkatan cita-cita
setiap orang berbeda-beda. Semakin tinggi cita-cita yang dimiliki seseorang,
maka semakin terpacu dan berusaha semakin keras untuk mencapainya. Terdapat
tiga faktor yang menentukan sampainya masa sekarang yang berupa realita kepada
cita-cita yang belum pasti, yaitu:
a.
Faktor manusia
Faktor
ini didasari dengan sejauh apa motivasi seseorang dapat membawa orang tersebut
pada tercapainya cita-cita. Semua orang dapat memiliki cita-cita, namun tidak
semua memiliki kemauan dan kemampuan yang mumpuni untuk mencapai cita-citanya
itu. Dukungan dari orang sekitar juga sangat berpengaruh pada faktor ini.
b.
Faktor kondisi
Kondisi
di sini berarti hal-hal yang menguntungkan dan menghambat proses menuju
tercapainya cita-cita tersebut. Kondisi ekonomi dan kesehatan yang biasanya
dapat menghambat. Namun kondisi ini bisa dicarikan jalan keluarnya bila faktor
manusianya sudah baik.
c.
Faktor tingginya cita-cita
Dalam
hal ini, semakin tinggi cita-cita maka semakin sulit dicapai. Tapi hal tersebut
dapat disanggah. Kembali pada faktor manusianya. Sejauh apa motivasi yang
dimilikinya. Semakin besar motivasi dan keinginan yang dia miliki, maka semakin
besar pula peluang untuk mencapai cita-cita yang sangat tinggi.
3. Kebajikan
Kebajikan atau kebaikan adalah
perbuatan terpuji yang mendatangkan kebaikan bagi banyak orang. Manusia
dilahirkan baik seperti kertas putih yang bersih dan suci. Tapi pada
perjalanannya, banyak faktor yang menentukan coretan apa yang akan digoreskan
pada kertas putih tersebut yang menunjukan stimulus yang seperti apakah yang
akan mengisi hidup seseorang. Stimulus yang baik akan menghasilkan perbuatan
yang baik dan stimulus yang tidak baik akan menghasilkan perbuatan yang tidak
baik pula.
Terdapat tiga faktor yang
menentukan seseorang melakukan perbuatan baik atau buruk, yaitu:
a.
Faktor pembawaan (heriditas)
b.
Faktor lingkungan
c.
Faktor pengalaman
4. Usaha
/ Perjuangan
Untuk mencapai sebuah keinginan
maka perlulah melakukan usaha dan perjuangan. Perjuangan dapat berupa kerja
keras untuk melewati proses untuk memantaskan kita mencapai sebuah tujuan yang
tinggi. Cita-cita yang tinggi memerlukan perjuangan yang hebat. Karena
perjuangan yang hebat itulah yang akan membawa kita pada pencapaian cita-cita
yang hakiki, bukan dari cara-cara instan.
Usaha dapat berupa fisik, mental,
dan doa. Ketiganya sangat berpengaruh dalam pencapaian sebuah tujuan.
Semakin besar perjuangan yang
ditempuh dalam proses pencapaian cita-cita, maka semakin besar kenikmatannya
saat mencapai keinginan tersebut. Saat ini banyak orang yang lebih memilih
usaha yang instan bahkan melanggar norma untuk mencapai tujuan pribadinya.
Padahal proses yang seperti itu akan mengantarkan pada kesuksesan yang hanya
sementara atau berujung pada hal yang tidak baik. Menikmati sebuah proses
sebagai sebuah perjuangan adalah cara terbaik untuk mencapai sebuah cita-cita.
5. Keyakinan
atau Kepercayaan
Terdapat tiga aliran kepercayaan menurut
Prof. Dr. Harun Nasution, yaitu:
a.
Aliran naturalisme
Aliran
ini berasal dari kekuatan gaib yang berjalan secara natural atau alamiah.
Aliran ada yang memercayai Tuhan dan ada yang tidak.
b.
Aliran intelektualisme
Aliran
ini menitikberatkan pada logika atau akal manusia. Aliran ini hanya berpegangan
pada rasional manusia yang sebenarnya terbatas.
c.
Aliran gabungan
Aliran
ini menggabungkan antara naturalisme dan intelektualisme.
Keyakinan
atau kepercayaan bersifat subjektif. Setiap individu dapat berpandangan sama
atau berbeda.
6. Langkah-langkah
Berpandangan Hidup yang Baik
Terdapat enam langkah untuk mencapai
pandangan hidup yang baik, yaitu:
a.
Mengenal
Mengenal
adalah proses paling awal dalam mengetahui pandangan hidup. Bukan hanya
pandangan hidup, tapi setiap proses yang akan dilalui pasti perlu adanya
pengenalan.
b.
Mengerti
Setelah
mengenal, menegerti adalah langkah berikutnya. Mengenal belum tentu mengerti,
tapi mengerti sudah pasti mengenal. Mengerti merupakan langkah mendalami
sesuatu. Sesuatu disini adalah tujuan yang ingin dicapai dan cara mencapainya.
c.
Menghayati
Menghayati
membuat segala yang ada pada diri kita mengarah pada pandangan hidup tertentu.
Pandangan hidup yang dihayati haruslah baik seperti langkah-langkah sebelum dan
sesudahnya agar yang dicapainya juga baik.
d.
Meyakini
Langkah
selanjutnya adalah meyakini. Setelah benar-benar memahami arah dan apa yang
akan dilakukan, selanjutnya adalah meyakini. Meyakini berkaitan dengan
keteguhan yang sepenuh hati.
e.
Mengabdi
Mengabdi
adalah langkah konkret dari semua langkah. Mengabdi berkaitan dengan hal-hal
yang nyata dilakukan.
f.
Mengamankan
Setelah
semua langkah berjalan, maka langkah terakhir adalah mengamankan. Mengamankan
berarti menjaga langkah yang sudah dilakukan sebelumnya agar terus terjaga dan
terus berlaku pada jangka yang relatif panjang.
Sumber:
Ilmu Budaya Dasar seri diktat kuliah, diterbitkan oleh Gunadarma

