Manusia dan Keindahan



MANUSIA DAN KEINDAHAN

1.      Keindahan
Keindahan berasal dari kata indah yang berarti cantik, elok, bagus, dan lain-lain. Keindahan berhubungan langsung dengan segala sesuatu yang dinilai baik. Karena itu, keindahan bisa dikaitkan dengan satu atau dua hal saja, tetapi segala objek yang ada di dunia ini, baik itu manusia, alam, benda, dan lainnya.
Keindahan tidak dapat ditunjukan secara lansung dan tidak dapat dilihat dengan kasat mata. Keindahan baru bisa dinikmati bila keindahan tersebut merasuk ke dalam sebuah karya, baik buatan maupun alami dari Tuhan.
Indah atau tidaknya sebuah karya, tidak bisa dinilai dengan angka oleh banyak orang. Tidak semua orang peka terhadap keindahan sesuatu. Pada sebuah karya yang dihasilkan, selera dalam menikmati sebuah karya itu akan berbeda setiap orangnya. Keindahan berkaitan dengan cara kita memandang dan berfilsafat terhadap pengertiannya.
Keindahan tercipta secara alamiah dari Tuhan. Manusia diberikan rasa untuk menikmati berbagai keindahan selama hidupnya di dunia. Bahkan Tuhan juga menciptakan keindahan di kehidupan setelah di dunia. Keindahan yang diciptakan manusia berkaitan dengan kebutuhannya sebagai makhluk hidup dan bisa juga dijadikan sebagai pengingat kemoralan yang menunjukan ke arah kebaikan.

2.      Renungan
Renungan berasal dari kata renung yang artinya memikirkan sesuatu secara diam-diam. Renungan adalah hasil dari proses merenung. Merenung dapat menghasilkan karya seni. Dalam menciptakan karya seni terdapat tiga macam teori, yaitu:
a.       Teori pengungkapan
Seni yang dihasilkan oleh seorang seniman berasal dari pengungkapan jiwanya. Seni itu adalah gambaran ekspresi bagi yang menciptakan maupun yang menikmatinya.
b.      Teori metafisik
Teori ini berkaitan dengan adanya dunia ide dalam penciptaan sebuah karya seni. Seniman dianggap sebagai seseorang yang dapat menembus segi-segi praktis dan mengungkap banyak ide yang belum terpikir sebelumnya.

c.       Teori psikologis
Pada teori ini, seni dikaitkan dengan psikologi. Seni ditelaah dari segi psikologi, contohnya dengan menggunakan metode psikoanalis.

3.      Keserasian
Keserasian berasal dari kata serasi yang berarti cocok, sesuai, atau padu. Keserasian sangat berkaitan erat dengan keindahan. Sesuatu yang indah pasti akan serasi, namun sesuatu yang serasi belum tentu indah. Keserasian berkaitan dengan cocok atau tidaknya sesuatu untuk sesuatu lainnya.
Keserasian diciptakan Tuhan untuk keindahan. Tuhan adalah sebagai pencipta segala bentuk keindahan yang paling indah di jagat raya.

















Sumber: Ilmu Budaya Dasar seri diktat kuliah, diterbitkan oleh Gunadarma

Leave a Reply

Popular Post

Coming Soon

Coming Soon

Cari Blog Ini